Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Sunday, 13 January 2013

Asumsi Prematur & Analisa Abnormal


Siang itu, sehari sebelumnya, sebuah surat undangan di atas meja kantor saya terima. Isinya sebuah undangan untuk mengikuti Dauroh SAMARA. Ini pasti salah, saya pikir. Ini mungkin salah ketik nama dalam undangan karena mengingat banyaknya jumlah orang di Ma’had ini yang diundang. Wajib diundang. Tapi bukan saya. Saya belum tercatat dalam daftar katalog orang yang “berbahagia” di KUA manapun. Jadi, nggak ada alasan yang dibenarkan untuk mengundang seorang lajangpun mengikuti dauroh tersebut. Dauroh SAMARA. Dauroh SAkinah, MAwaddah wa RAhmah. Jelas, itu motto hidup orang-orang yang sudah menikah dan membina keluarga.
Setelah dicek, nama itu benar-benar nama saya. Sepertinya sebuah persekongkolan rahasia sengaja memasukan saya kedalam acara “yang bikin deman” para lajang itu. Jadilah dengan setengah hati dan berat hati saya menghadiri acara tersebut. Dengan maksud cuma setor muka diawal dan cabut saat mereka lengah. Muahaha… Ide bagus.
Dengan wajah nervous yang gak enak diliat dan posisi duduk yang bikin sakit pinggang saya terjebak duduk di baris ketiga dari depan. Tujuh baris lagi siap mengintimidasi saya dibelakang. Padahal saya sudah membekali diri dengan uang untuk nongkrong dikantin saat situasi dan kondisi memungkinkan. Tapi posisi ini bikin segalanya jadi pesimis.
Oke, menit-menit pertama acara ini sudah membuat saya terpojok dengan materinya. Ditambah lagi saat sang trainer mempertunjukan macam-macam posisi KAMASUTRA di slide-nya!!! Waaaaa…….
Asli, siapapun yang memotret wajah saya saat itu dan coba membandingkanya dengan warna kepiting rebus yang dilumuri saus tomat pasti hampir tidak menemukan bedanya. Bukan karena malu setengah mati saat sang Trainer bilang akan menunjukan itu, tapi juga tambah kecele saat memang yang ditunjukan adalah macam-macam posisi TULISAN Kamasutra. Bukan jenis posisi kamasutra yang kalian harapkan akan kalian lihat… Camkan ini baik-baik anak muda.
“Jangan berasumsi!, Kan sudah saya jelaskan resiko berasumsi..!” Sang Trainer teriak-triak dari depan panggung karena berhasil dengan sukses membuat seluruh Asatidz dan penghuni Ma’had pagi itu ditipu mentah-mentah.
Beliau berhasil menekankan bahwa asumsi adalah sumber utama yang membuat suatu hubungan jadi tampak rapuh. Sangat rapuh. Asumsi dalam bahasa agamanya adalah Zhon = Prasangka. Walaupun sebenarnya artian dari asumsi itu prasangka yang umum, tapi asumsi cendrung lebih berat kepada Su’uzhon atau prasangka buruk. Dan Rosulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam menekankan ini dalam quotes-nya: “Iyyakum wazzhonna, fainna zhonna akzabul hadist”. Jauhilah oleh kalian berprasangka, karena prasangka itu sedusta-dustanya perkataan.
Ini adalah contoh kasus betapa bahanya asumsi, yang padahal sudah benar menurut analisa tapi menibulkan masalah ketika diasumsikan.
Ceritanya Sukei, Darel dan Aksa makan bersama disebuah warteg. Lalu ketiganya mengumpulkan uang masing-masing Rp. 10.000 karena totalnya habis Rp. 30.000. Ternyata, si penjual warteg bilang kalau mereka mendapat cash back Rp. 5000 dengan alasan mereka adalah pelanggan setia selama lima tahun. Okelah kalo begitu. Rp. 5000 ini sepakat mereka bagi tiga. Masing-masing mendapat Rp. 1000. Dan sisanya yang Rp. 2000 mereka infakan dikotak infak yang telah disediakan penjaga warteg. Sampai disini tidak ada masalah dengan hasil analisa ini. Semua jelas terbagi rata.
Tapi coba kita asumsikan…
Jadi sebenarnya menurut perhitungan setelahnya, mereka hanya membayar masing-masing Rp. 9000, gak jadi Rp. 10.000 karena yang Rp.1000 balik ke kantong mereka. Maka Rp. 9000 x 3(Sukei, Darel & Aksa) jumlahnya Rp. 27000. Lalu Rp. 2000 sepakat mereka bertiga keluarkan untuk infak, jadi Rp. 27.000 + Rp.2000 = Rp.29.000. Lalu, kumpulkan lagi dengan Rp. 3000 yang tadi dibagi Rp. 1000 diantara mereka. Totalnya malah jadi Rp. 32000. Dari mana asal uang Rp. 2000.
Kalo masih bingung mikir apa, coba liat table:
ANALISIS
3 orang makan siang
Expense  Rp 30.000
Discount Rp 5.000
Rp. 3000 Bagi rata,
Rp 2.000 infaq
Pas!

ASUMSI
Rp 9.000,00
Rp 9.000,00
Rp 9.000,00
–        Rp 27.000
–        Rp   2.000  (infak)
–        Rp 29.000
–        Rp. 3000 (yang tadi dibagi rata)
–        Rp. 32.000
–        Rp. 2000 ??? (dari mana)

Mungkin dari sinilah asal-usul kata- kata bijak Einstein yang terkenal itu. “Tidak semua yang diperhitungkan dapat dihitung dan yang dihitung dapat diperhitungkan”.
Asumsi itu hanya awal untuk mengfokuskan analisis kita. Bukan malah final. Metode inilah yang dipakai Sherlock Holmes, Shinichi Kudo dalam memecahkan kasus-kasus mereka. Tidak memaksakan asumsi mereka sementara analisis tidak menampilkan bukti-bukti. Asumsi itu hanya apa yang sebenarnya ingin kita lihat. Sementara analisa adalah apa yang sebenarnya terjadi. Asumsi berbicara masalah praduga, analisa menunjukan fakta-fakta.
Kadang kita lihat ada Ibu yang membela mati-matian bahwa anaknya tidak mungkin terlibat suatu tindak kriminal. “Dia itu pendiam, nggak suka macem-macem, rajin bantuin orangtua dan bla bla bla…” Namun apa lacur, semua bukti dan fakta mengarah keanaknya. Orangtuanya tidak mencoba memahami bahwa ada motif yang hanya masing-masing diri yang tau persis. Seperti motif pada diri anaknya.
Tapi, hukum di Indonesia sayangnya ber-asaskan praduga tak bersalah. Penjara dulu baru pembuktian, kalo itu tersangka maling ayam. Gebukin dan tembakin dulu kalo itu tersangka “terorisme”. Dan panggil baik-baik aja kalo itu tersangka koruptor. Miris.
Omong-omong apa saya sudah ngomong kalau asumsi dan analisa adalah kakak beradik beda ibu dan ayah? Pasti belum. Mereka mirip loh satu sama lain. Kadang kita agak sulit membedakannya apalagi saat nonton komentator acara bola dua-duan sama pembawa acaranya. Mana analisa mana yang cuma asumsi. Toh di akhir komentarnya sang komentator akan menyandarkan semua pernyataanya, kalo enggak kepada dewi fortuna ya kepada bola yang bundar. Jadi sekian menit dia panjang lebar ngomong itu cuma omong kosong pengisi jeda main yang minim iklan, kalau enggak mau dibilang iklanya sudah dimonopoli oleh perusahaan rokok. Walau faktanya rokok dan olahraga tidak ada korelasinya sama sekali. Kenapa nggak perusahaan susu atau sabun kesehatan atau apalah gitu yang sedikit ada hubunganya.
Daripada mencari pembuktian dari komentator bola lebih baik ambil hikmah dari kisah tiga bersaudara ini yang sedang bingung membagi harta warisan keponakan mereka berupa 19 ekor kerbau. Ketiganya bernama Sukei, Darel dan Aksa. Iya, mereka orang yang sama dengan orang-orang yang dapet diskon di warteg tempo hari.
Seorang tetangga mereka yang bijaksana bernama Pepatah mendengar permasalahan mereka. Lalu ia membawa seekor kerbaunya untuk diberikan kepada tiga bersaudara yang tak jelas juntrungannya itu. Sesuai dengan wasiat sang keponakannya mereka, dibagilah 19 ekor kerbau tersebut yang kini jadi 20 ekor.
Sesuai sms wasiat tersebut maka si Sukei mendapat 10 ekor (1/2 dari 20), Darel mendapat 5 ekor (1/4 dari 20) dan si Aksa dapat 4 ekor (1/5 dari 20). Nah, setelah semuanya mendapat jatahnya masing-masing sesuai sms wasiat tersebut, 10, 5, dan 4 kerbau. Maka sisanya yang seekor lagi diminta kembali oleh tetangga bijak yang bernama Pepatah itu untuk dibawa pulang.
Jadi begitulah, pentingnya menaruh pengertian asumsi dan analisa pada tempatnya, ini penting. Supaya hidup kalian terasa lebih berguna. Bisa dibayangkan jika kalian tidak bisa membendakan apa itu asumsi, apa itu analisa. Pasti hidup akan terasa hampa dan terasa tidak ada tempat di dunia ini untuk orang seperti kalian.
Akhirnya juga, setelah saya mengerti dan bisa membedakan antara asumsi dan analisa, saya jadi bisa menikmati dauroh samara secara alami, walau sebenarnya itu premature. Mafi musykilah, toh ilmu tak pernah usang apalagi overdosis.


Selanjutnya>> »»  

Wednesday, 19 December 2012

Lupa Jenggot

Istilah yang jadi judul diatas bukan tag line iklan produk perontok bulu, bukan juga judul sinetron yang tokoh utamanya ustadz-ustadz khilaf, juga bukan cerita horor tentang makhluk kecil, item, jelek, telanjang dan tidak seksi. (Itu Jenglot...). #tepok jidat #jidat temen.

Istilah ini didapat dari ektrasi kata-kata pilihan dengan bahan dasar pengalaman dan pengamatan yang mendalam yang kedalamannya sudah teruji secara klinis, psikis dan gratis. Iya, coba gambarkan (kalau membayangkan terlalu abstrak) hal apa yang bisa membuat seorang ustadz, seorang akhy aktifis, seorang santri semester akhir perguruan tinggi yang mana mereka semua tercirikan dengan balutan janggut berkarisma yang khas, bisa lupa terhadap status quo mereka sendiri yang dalam hal ini diwakili oleh janggut cetar membahana mereka...? Jawabannya; Air.

Iya, air. Ajak mereka rekreasi ke kolam renang dan mainkan sebuah permainan niscaya mereka akan larut dalam air dan keceriaan. Mainkan bola di tengah guyuran hujan juga akan terasa lebih banyak hal lucu untuk ditertawakan dari pada bermain bola ditengah padang pasir pada siang hari di musin panas. Itu juga yang saya saksikan ketika mereka atau kami lebih tepatnya rekrasi ke pantai. Deburan ombak yang berlipat-lipat dan lembutnya pasir yang menghampar menterpanakan saya pribadi betapa sisi kekanak-kanakan kita yang suka bermain dan bercanda-canda suatu ketika akan memiliki tubuh dan pikiran kita kembali hampir secara total dan tak terduga. Entah itu dengan berguling-guling di pasir, melompati gulungan ombak seperti sebuah kompetisi dan berkejar-kejaran saling menjatuhkan. Itulah moment-moment dimana kita lupa janggut dalam konotasi positif.



Akan tetapi ada juga istilah lupa janggut yang negatif. Pengalaman ketika kita mempercayakan suatu amanah atau tugas tertentu kepada mereka yang kita kenal sebagai "ikhwan" karena bukan kenal secara personal, tapi terikhwankan karena jenggot dan celana cingkrang yang mereka kenakan. Dan tidak ada kekeewaan yang begitu dalam dan menyakitkan dari pada harapan yang di patahkan oleh kenyataan dan  mengkhianati identitas keikhwanan. Terutama jenggot dan celana cingkrang sebagai sampul dan cerminan.

Suatu malam ketika saya, mas Agung dan pak Wahab hendak mengambil pesanan celana SAPALA anak-anak baru taun ini, ada cerita tidak mengenakan tentang oknum-oknum yang lupa jenggot ini. Mulai dari tukang besi pembuat pagar yang mengulur-ulur waktu hingga berbulan-bulan dari janji dan kesepakatan padahal sudah dibayar didepan, tentang pesanan kaos yang jauh harga dari kwalitas sampai celana seragam yang hendak kita ambil ini. Molor 3 bulan dari yang dijanjikan dan itupun masih harus dengan membatalkan 3 item yang sudah dipesan. Jelas kecewa karena tidak sesuai kesepakatan dan itu tadi, mengkhianati jenggot dan celana cingkrang yang dikenakan.

Celana cingkrang dan jenggot bukan semata kebetulan celana 1/4 yang dikenakan dan rambut liar di bawah dagu yang lupa dicukur. Bukan semata sampul penampilan. Itu adalah sebuah tanda jasadi dari ruhani yang memutuskan diri untuk jadi generasi rabbani dan penghidup sunnah Nabi yang dianggap mati. Sebuah mode mahal yang harus dibayar mental ketika yang demikian dianggap ciri teroris perusak kedamaian dari pada sejatinya sebuah ciri si pemilik hati yang ingin menaungingi diri dalam kekaffahan berislam yang rahmat bagi alam dan seluruh penghuni bumi.

Jadi, seperti pertanyaan Ilahi dalam Al Qur'an; "Apakah kalian akan berpaling sementara di samping kalian masih hidup seorang Nabi?", maka kenapa bisa lupa esensi tempelan jenggot alih-alih mengikuti sunnah Nabi tapi lupa terlalu lama dan terus menerus berulang ketika amanah dan kepercayaan saudaranya dikhianati dan diimingi janji yang tidak jujur.

Keberadaan jenggot sebagai identitas dan ciri sama halnya dengan jilbab yang dikenakan muslimat masa kini. Simbol-simbol yang sudah tidak lagi selaras dengan maksud dan seharusnya simbol itu digunakan. Seperti penggunaan tanda seru sebagai huruf vokal 'i', penggunaan merek balsem yang bating setir jadi merek minuman dan penggunaan gelar kendaraan umum roda tiga untuk merek sepeda motor. You know what. Gak yaman, maksa dan merusak kesan.



So, poinnya adalah gak usah akhirnya menilai munafik, mengincar dunia jika melihat ada orang lain yang lebih percaya dan nyaman bermuamalah dengan mereka non muslim yang bertanggung jawab dari pada harus jatuh berurusan dengan oknum-oknum ikhwan yang pada lupa jenggot. Muamalah dengan mereka non ikhwan atau muslim tidak ada sangkut pautnya dengan lemah iman dan cendrungan munafik. Gak ada..

Jangankan perkara bisnis semacam itu yang Rosul pun hingga wafatnya diriwayatkan masih punya hutang dengan Yahudi tetangganya, perkara jodoh pun tolak dan terimanya tidak melulu berkaitan dengan jatuh penilayan tinggi tipis iman. Fatimah adalah bukti hati ketika sahabat-sahabat Nabi yang teruji kesalihannya harus tertolak pinangannya dan menerima Ali kemudian. Ya, bukan berarti Ali lemah iman di sini, tapi lebih kepada keberanian Fatimah yang menolak mereka yang secara imani lebih dahulu terbukti.
Selanjutnya>> »»  

Monday, 3 December 2012

AK-47, Sang Pembunuh Terbanyak Melebihi Bom Atom

Senapan serbu AK-47, adalah salah satu senjata yang paling berbahaya yang masih ada. Selain tergantung di bahu tentara Rusia dan militer lainnya di dunia, AK-47 juga menjadi senapan favorit bagi pemberontak dan perompak Afrika, pengedar narkotika Kolombia, kriminal Amerika hingga jaringan teroris dunia. Senapan ini mudah digunakan dan tidak memerlukan perawatan khusus. Tapi AK-47 sudah membunuh manusia lebih banyak daripada bom atom. Bagaimana AK-47 yang simpel ini menjadi begitu populer melebihi artis korea dan mematikan?



Penampakan Mikhail Kalasnikov
AK-47 (AvtomaKalashnikot va 1947), adalah senapan serbu yang dirancang oleh Mikhail Kalashnikov, diproduksi oleh pembuat senjata Rusia IZhMASh, dan digunakan oleh banyak negara Blok Timur semasa Perang Dingin. Senapan ini diadopsi dan dijadikan senapan standar Uni Soviet pada tahun 1947. Jika dibandingkan dengan senapan yang digunakan semasa Perang Dunia II, AK-47 punya ukuran lebih kecil, jangkauan lebih pendek, memakai berkaliber kecil 7,62 x 39 mm, dan memiliki pilihan mode tembak.

Memang perang telah menjadi bagian penting dari sejarah manusia. Banyak dari mereka yang dibutakan oleh ambisi (kebutaan bukan hanya milik cinta rupanya), tidak hanya itu beberapa dari mereka memanfaatkan perang untuk meraup keuntungan. Entah apakah hal ini yang mendasari Uni Soviet puluhan tahun silam menciptakan senapan serbu yang laris manis bak kacang goreng dimusim hujan ini. AK-47 termasuk salah satu senapan serbu pertama dan hingga kini merupakan senapan serbu yang paling banyak diproduksi setelah coca-cola jika dihitung dari akumulasi sifat membunuhnya.


Desain
Saat Perang Dunia II, Jerman menciptakan konsep senapan serbu. Konsep ini didasari pengalaman bahwa pertempuran modern lebih banyak terjadi pada jarak yang cukup dekat, sekitar 100 meteran lah. Tenaga dan jangkauan peluru pada saat itu ternyata terlalu besar. Maka, Jerman mulai mengembangkan peluru dan senapan yang mempunyai sifat submachine gun (isi magazin banyak dan bisa menembak mode full-otomatis) dengan peluru yang jangkauannya hingga 300 meter. Dengan mempertimbangkan biaya produksi, ini dicapai dengan memendekkan peluru 7,92 x 57 mm Mauser menjadi ukuran 33 mm yaitu 7,92 x 33 mm Kurz (Kurz berarti pendek, kalau kurus berarti ceking).
 

Hasil akhirnya adalah... Sturmgewehr 44 (StG44), memang bukan senapan pertama yang menggunakan konsep ini; sebelumnya Italia dan Uni Soviet pernah merancang konsep yang serupa. Tetapi, Jerman adalah yang pertama untuk memproduksi massal senapan mereka. Jerman banyak menggunakan senapan baru mereka untuk menghadapi Soviet di Front Timur. Pengalaman Uni Soviet melawan Jerman inilah yang mempengaruhi doktrin Soviet pada tahun-tahun berikutnya.

Seperti yang dilansir dari situs www.world.guns.ru, di akhir Perang Dunia II, Pemerintah Soviet menginginkan agar mereka memiliki sebuah senapan serbu dengan syarat seperti Nokia 3310, murah, mudah digunakan, dan berdaya tahan tinggi. Akhirnya sayembara pun digelar.

Nokia 3310 dalam contoh penggunaan yg baik dan benar


Akhirnya, sebagai warga masyarakat yang baik, Mikhail Kalashnikov mulai memikirkan desain senapannya sejak di rumah sakit, karena terluka saat pertempuran di Bryansk. Ia mendapat informasi bahwa sebuah senjata baru sedang dicari, untuk dipakaikan peluru 7,62 x 41 mm yang dibuat oleh Elisarov dan Semin pada 1943. Tapi kala itu, desain Kalashnikov kalah oleh desain Sudayev, yaitu PPS43.

 

Akhirnya hadir senapan impian Soviet yang tangguh digunakan di kondisi berlumpur, basah, dan musim dingin. Bukan, bukan Nokia 3310.

 

Kalashnikov sangat terpengaruh oleh keandalan senapan serbu otomatis pasukan Nazi Jerman saat Perang Dunia II, Sturmgewehr 44. Dengan modal itu, serdadu infanteri Negeri Panser menghancurkan perlawanan Tentara Merah Soviet. Tanpa buang waktu, akhirnya Kalashnikov mengubah desain pertamanya setelah ia mempelajari StG44 Jerman pada tahun 1946. Dia mulai merancang senapan dengan ukuran kaliber 7.62x39mm dengan sistem pengoperasian gas dan selongsong berputar. Dia pun menggabungkan beberapa elemen unggul dari berbagai senapan lain masa itu, yakni bagian carbine mirip M1 Garand asal Amerika Serikat, mekanisme pengaman dari Remington Model 8, serta sistem kamar peluru dan gas dari Sturmgewehr 44. Karena hasil rancangannya cukup mengesankan, Kalashnikov lalu terpilih untuk memimpin sebuah tim desain senapan serbu.


Kalashnikov lalu menyerahkan desain itu kepada pabrik senjata IzhMash. Setelah beberapa kali uji coba dan dilakukan penyempurnaan, akhirnya senapan impian Soviet yang tangguh digunakan di kondisi berlumpur, basah, dan musim dingin hadir. AK-47 pun mulai diproduksi massal. Para penggunanya saat itu kebanyakan negara anggota Pakta Warsawa dan negara lain yang mendekat kepada blok kiri saat itu, termasuk Indonesia.

Meskipun mirip, Mikhail Kalashnikov menyangkal bahwa desainnya dibuat berdasarkan StG44 Jerman. AK-47 lebih tepat dikatakan sebagai campuran dari inovasi-inovasi pada tahun-tahun sebelumnya. Misalnya, mekanik AK-47 lebih mirip M1 Garand daripada senapan-senapan Jerman. Locking lugs ganda, unlocking raceway, dan mekanisme pelatuk telihat mirip desain Amerika tersebut. Ini adalah hal yang wajar, mengingat bahwa jutaan M1 Garand telah sukses dipakai di segala penjuru dunia. Walau secara mekanis mirip dengan M1 Garand, konsep peluru, tata letak komponen, sistem gas, dan metode perakitan AK-47 jelas mirip dengan StG44.

Jeniusnya AK-47 adalah, bahwa desainnya paling tepat untuk produksi masal. Jadi AK-47 berhasil menggabungkan keunggulan M1 Garand dengan StG44, dan bisa diproduksi dengan cepat oleh Uni Soviet kala itu.


Fitur
AK-47 adalah senapan serbu sederhana, murah untuk diproduksi, mudah dibersihkan dan dirawat. Ketahanan dan kehandalannya terkenal legendaris. Piston gasnya yang besar, keleluasaan jarak pada bagian-bagian mekaniknya, dan desain pelurunya, membuat AK-47 bisa tetap menembak dengan lancar walaupun komponen dalamnya terisi kotoran atau benda asing semacam sarang kutu beras Bulog misalnya. Namun kehandalan ini sedikit mengorbankan akurasi, karena toleransi yang besar pada bagian mekaniknya tidak menjamin ketepatan dan kekonsistenan yang terdapat pada senapan-senapan yang lebih akurat.

Bidikan belakang AK-47 bisa diatur, dengan setingan jarak yang selisihnya masing-masing 100 meter. Bidikan depan juga bisa diatur setingan elevasinya di lapangan. Dan setingan horizontal diatur di gudang senjata (arsenal) sebelum diberikan ke pemakai. Setingan bidikan standar diatur untuk menempatkan peluru beberapa cm di atas atau di bawah titik yang dibidik, pada jarak 250 meter. Setingan point-blank seperti ini dipakai agar penembak tidak perlu mengubah setingan alat bidik pada jarak dekat. Setingan seperti ini sama dengan yang digunakan untuk Mosin-Nagant dan SKS, agar memudahkan masa peralihan dan pelatihan.

Lorong laras dan kamar peluru, serta piston gas dan interior silinder gas AK-47 biasa dilapisi dengan krom untuk mencegah korosi dan karat. Dan ini sangat penting, mengingat amunisi pada abad ke-20 sering berisi unsur merkuri yang korosif, yang mengharuskan pembersihan secara rutin untuk mencegah kerusakan. Pelapisan krom pada bagian-bagian penting senapan sekarang sudah lazim pada senjata-senjata modern.


Keunggulan
Sementara itu, di belahan bumi lain, Amerika Serikat tidak mau ketinggalan membuat senjata andalan baru. Mereka menghadirkan M-16. Kedua senapan ini pun pernah saling berhadapan di berbagai medan tempur, utamanya setelah Perang Dunia II sampai sekarang.

Penampakan M16, Pasti Bissa!!


Ada beberapa keunggulan yang dimiliki oleh AK-47 ketimbang rivalnya M-16. Soal kecepatan peluru, daya tembus, energi tumbukan, daya tahan dan harga, senjata Rusia ini jagonya, namun untuk akurasi dan berat badan, M-16 lebih unggul.

Berbicara mengenai harga, kedua senapan itu memiliki perbedaan cukup jauh. AK-47 model standar bisa ditebus dengan harga satuan USD 160 setara Rp 1,4 juta atau bisa tukar tambah dengan HP android zaman sekarang lah. Sementara buat menebus satu buah M-16 paket komplit temasuk lensa pembidik dan asesoris lainnya, Anda harus merogoh kocek USD 1446 atau senilai Rp 13.5 juta bisa juga tukar tambah pake motor.

Sejak masuk jalur produksi pada 1947, sudah lebih dari 75 juta jenis standar dan 100 juta tipe ubahan terjual

Lantaran beberapa keunggulan ini, beberapa negara lain pun mencontek basis desain AK-47 guna mengembangkan senapan versi mereka sendiri. Beberapa senapan serbu itu antara lain 
Galil buatan Israel,


 Senapan Rk 62/76 dan Rk95 Tp buatan Finlandia,


INSAS asal India,



QBZ-95 dan Zastava M76 serta M77/82 buatan Yugoslavia, serta Norinco tipe 86S buatan China.

AK-47 memang digemari berbagai militer di banyak negara. Sejak masuk jalur produksi pada 1947, sudah lebih dari 75 juta jenis standar dan 100 juta tipe ubahan terjual. Sementara M-16 hanya diserap delapan juta pemakai. Benar-benar laris, sebanding dengan jumlah nyawa melayang tertembus lontaran peluru dari larasnya.


Upgrade
Seiring waktu berjalan, modifikasi pun dilakukan demi menyempurnakan performa AK-47. Selongsong senapan itu mulai dibuat dari bahan lebih ringan. Furnitur kayu sebagai popor dan genggaman di bawah laras mulai diganti dengan bahan polyurethane, lebih ringan dan kuat. Desainnya pun mulai disesuaikan dengan ergonomi tubuh. Biar lebih nyaman dipakai. Ruang peluru dan magazin pun mengalami ubahan agar lontaran peluru lebih cepat dan memuat lebih banyak selongsong.

Selain menjadi senapan serbu, basis AK-47 digunakan sebagai model dasar senapan runduk atau penembak jitu Rusia, VSK-94 dan SVD Dragunov.

Tercatat beberapa negara yang membuat AK-47 dan variannya sendiri, antara lain Albania, Bulgaria, Jerman (Timur), Mesir, Hungaria, Irak, Myanmar, Korea Utara, China, Polandia, Rumania dan Yugoslavia. Namun berkali-kali pula Rusia mengatakan bahwa mayoritas produsen ini memproduksi AK-47 tanpa lisensi dari IZhMASh. Perusahaan IZhMASh sendiri baru mematenkan AK-47 pada tahun 1999, dan seharusnya dengan hak paten ini dapat mencegah produksi senapan yang tanpa izin.

Kalashnikov hanya belajar dari pengalaman dengan mengambil bagian terbaik dari banyak senjata dan menggabungkannya

Lalu bagaimana dengan Mikhail Kalashnikov? Apa yang terjadi dengan sang penemu AK-47 ini? Dia tidak memperoleh kekayaan dari AK-47. Sementara ia "membela" AK-47 nya, ia sangat menyayangkan dengan apa yang telah terjadi dengan mengatakan : "Saya bangga dengan penemuan saya, tapi saya sedih itu digunakan untuk teroris (pembantaian, kriminal dan kejahatan). Saya lebih suka menciptakan sebuah mesin yang bermanfaat bagi semua orang. (Misalnya) Sesuatu yang membantu pekerjaan petani - Misalnya, mesin pemotong rumput."

Mikhail Kalashnikov bisa dikatakan tidak pernah mendapat pendidikan dalam mendesain senjata. Ia hanya belajar dari pengalaman dengan mengambil bagian terbaik dari banyak senjata dan menggabungkannya dalam desainnya. Ak-47 telah banyak melalui uji coba, dan untuk setiap uji coba, Kalashnikov selalu membuat perbaikan.

Berbagai sumber
Selanjutnya>> »»  

Sunday, 25 November 2012

5 Majalah Elektronik Gratis Bagi Backpacker - Traveler


1. Info Backpacker


Majalah Backpacker Indonesia (InfoBackpacker Digital Magazine), majalah ini berisi informasi dan panduan backpacking dan low cost travelling. Edisi terbaru dari majalah info backpacker ini adalah Majalah Infobackpacker volume 10. Di volume 10 ini disajikan liputan khusus “Route to Raja Ampat”. Ulasan lengkap dan detail ala Low Cost Traveler akan membuka cakrawala Anda tentang betapa indahnya setiap sudut Raja Ampat. Dapatkan majalah ini secara gratis di www.infobackpacker.com

2. Backpackin Magazine


Backpackin’ Magazine adalah sebuah wadah bagi para Backpacker untuk berbagi informasi mengenai dunia backpacking. Majalah ini terbit sekali dalam tiap dua bulan setiap tanggal 25.  Ada sesuatu yang paling baru di Backpackin Magazine Edisi 13 ini. Edisi tersebut membahas segala hal tentang Pare, Kampung Inggris di Jawa Timur. www.backpackinmagazine.com 

3. BackpackIdea


majalah elektronik gratis ini mengupas budaya traveling –gaya hidup, essai foto, tips & trik, alam, budaya, sejarah, manusia, cerita inspiratif, sastra, dan informasi. Edisi paling baru dari backpackidea magazine adalah edisi 01, salah satu bahasannya adalah 2 juta keliling China Selatan dalam 16 hari. www.backpackidea.com 

4. The-Travelist


Majalah online dua bulanan terbitan pecinta traveling ini terbit untuk memuaskan hasrat traveling para traveler dan calon traveler lainnya. Edisi paling baru dari majalah ini adalah The Travelist Edisi 3. Salah satu judul artikel yang direkomendasikan di dalamnya adalah Satisfying Your Craving for Travel.
www.the-travelist.com 

5. UMU Magazine


Majalah elektronik gratis tentang pendakian gunung dan sekelilingnya ini terbit setiap dua bulan sekali. Edisi paling baru dari UMU Magazine adalah UMU Magazine #2. Salah satu artikel yang dibahas di edisi terakhir ini adalah Belajar Memotret di Alam Bersama Mapala STTG Garut. http://www.umumagazine.com


Selanjutnya>> »»  

Friday, 16 November 2012

GAZA UNDER ATTACK ! (Up Date Foto-Foto Serangan Isra(H)ell)

PART I

Rabu, 14 November 2012

  

Warga Palestina memadamkan api dari mobil Ahmaed Jaabari, kepala sayap militer gerakan Hamas, Ezzedin Qassam, setelah itu terkena serangan udara Israel di Gaza City pada tanggal 14 November 2012. Komandan tertinggi Hammas Ahmed al-Jaabari tewas dalam serangan udara Israel, seperti yang disampaikan oleh petugas medis dan sumber Hamas . AFP PHOTO / MAHMUD Paha (/ AFP / Getty Images) 2012 AFP.

 


Seorang pria memegang salinan Quran setelah serangan udara Israel di dalam mobil kepala militer Hamas di Gaza City, 14 November 2012. Kepala militer Hamas tewas ketika mobilnya dirudal oleh serangan udara Israel pada hari Rabu, kelompok Islam Palestina mengatakan, Israel menyerang beberapa titik Jalur Gaza. Hamas mengatakan bahwa Ahmed Al-Jaabari, yang mengelola sayap militer organisasi, Izz el-Deen Al-Qassam, tewas bersama dengan seorang penumpang setelah mobil mereka menjadi sasaran rudal Israel. REUTERS / Mohammed Salem (GAZA - Tags: POLITIK kerusuhan sipil)


 


Pasukan keamanan Palestina membawa tubuh Ahmaed Jaabari, kepala sayap militer gerakan Hamas, Ezzedin Qassam ke rumah sakit , setelah mobil yang ia tumpangi dihantam oleh serangan udara Israel di Gaza City pada tanggal 14 November 2012. Hamas komandan tertinggi Ahmed al-Jaabari tewas dalam serangan udara Israel. AFP PHOTO / MOHAMMED ABED AFP ImageForum

 

    

Asap mengepul setelah serangan udara Israel di Jalur Gaza utara November 14, 2012. Israel membunuh komandan militer kelompok Islam Hamas dalam serangan rudal di Jalur Gaza pada hari Rabu dan meluncurkan serangan udara di seluruh wilayah itu, mendorong kedua belah pihak di ambang perang baru. Hamas mengatakan Ahmed Al-Jaabari, yang mengelola sayap militer organisasi, Izz el-Deen Al-Qassam, tewas bersama dengan rekan yang tidak disebutkan namanya ketika mobil mereka meledak oleh sebuah rudal Israel. Pihak Palestina mengatakan sembilan orang tewas, termasuk seorang gadis berumur tujuh tahun. REUTERS / Amir Cohen (GAZA - Tags: POLITIK kerusuhan sipil)

 

Bumbungan asap meningkat menyusul serangan udara Israel di Kota Gaza, Rabu, 14 November, 2012. Saksi Palestina mengatakan serangan udara Israel telah mencapai serangkaian target di Gaza City, tak lama setelah pembunuhan atas komandan Hamas. Pejabat keamanan Hamas mengatakan dua fasilitas pelatihan itu menjadi sasaran dalam pemboman Rabu sore. (AP Photo / Adel Hana) AP


 

Seorang pria Palestina membawa tubuh bayi ke rumah sakit al-shifa  di Kota Gaza menyusul serangan udara Israel pada tanggal 14 November 2012. Sebuah serangan Israel yang menewaskan komandan tertinggi Hamas di Gaza hanya "awal" dari sebuah operasi untuk menargetkan kelompok militan. AFP PHOTO / MAHMUD Paha (AFP / Getty Images) 2012 AFP


 

 

Seorang pria Palestina membawa tubuh bayi ke rumah sakit As-Shifa  di Kota Gaza menyusul serangan udara Israel pada tanggal 14 November 2012. Sebuah serangan Israel yang menewaskan komandan tertinggi Hamas di Gaza hanya "awal" dari sebuah operasi untuk menargetkan kelompok militan", Ujar seorang juru bicara militer. AFP PHOTO / MAHMUD Paha (AFP / Getty Images) 2012


 



 



(Sumber)
Selanjutnya>> »»  

Sunday, 4 November 2012

Minuman Yang Tidak Boleh Dicampur Dengan Obat

Aduh, kamu sakit. Trus bisa melolong-long gitu minta ini minta itu yg kamu pikir orang-orang sekitar pasti pada mau kasih, Karena mereka pikir kamu dah mau mati. Eit's... tunggu dulu. Kalau orang yg kamu minta saat kamu sakit itu adalah orang yg pernah baca artikel ini bisa pilih-pilih dia.
Orang sakit bisa gak doyan makan sih emang. Tapi mereka gak mungkin gak suka minum. walau terpaksa mereka tetep harus minum obat. Nah, apa aja sih minuman yang dilarang diminum bersamaan dengan obat-obatan? Cekedot brot..!!


1. Jus grapefruit (Jeruk Merah)


Jus grapefruit mengganggu kinerja terhadap lebih dari 50 obat, termasuk statin dan obat untuk tekanan darah tinggi. Sejumlah senyawa organik, yang diidentifikasi sebagai turunan furanokumarin dapat mengganggu hati dan menyerap enzim sitokrom P450 isoform CYP3A4 di dinding usus kecil. Penelitian dari University of Western Ontario juga menunjukkan bahwa jus grapefruit meningkatkan absorpsi (penyerapan) obat-obatan tertentu serta mengubah dosis normal menjadi dosis berlebihan.

2. Jus delima


Enzim yang ditemukan dalam jus delima dapat memecah resep obat tekanan darah. Jus delima juga bisa memperlambat kecepatan hati untuk memecah pengencer darah dan pada obat antidepresan bisa menyebabkan penurunan efektifitas obat.

3. Produk susu (Non Susu Murni)


Susu akan mengurangi absorpsi antibiotik dalam tubuh dan menghambat penyerapan komponen tertentu dalam obat, seperti zat besi. Kalsium dalam susu juga dapat menganggu efektivitas obat tiroid dan dapat mengikat obat atau antibiotik sehingga mencegah penyerapan obat dalam tubuh. Tunggu minimal 4 jam setelah minum obat untuk minum minuman yang kaya kalsium tersebut.

4. Kafein (termasuk kopi, teh hijau, dan minuman berenergi)


Kafein dapat menimbulkan ancaman kesehatan yang serius jika diminum dengan stimulan. Hindari meminum secangkir kopi saat sedang mengonsumsi efedrin (penekan nafsu makan), obat asma dan amfetamin. Beri jarak 2-3 jam setelah minum obat, baru minum kopi.

5. Minuman isotonik


Kalium dalam minuman ini dapat berbahaya bila digabungkan dengan obat untuk penyakit gagal jantung atau obat-obatan hipertensi. Hindari pisang juga, karena pisang juga sangat kaya akan kalium.

6. Teh hijau
Teh hijau mengandung sedikit vitamin K yang dapat mengurangi efek dari obat-obatan seperti kumarin atau warfarin (mencegah pembekuan darah).




Selanjutnya>> »»  

Friday, 27 July 2012

Ini Yang Terjadi Saat Tubuhmu Terkena Radiasi Diperang Nuklir Nanti








Jika saja perang nuklir nanti benar-benar terjadi, apa yang akan terjadi pada manusia? Kota mati Chernobyl, Ukraina Utara bisa menjadi gambaran keganasan ancaman nuklir.
Dosis besar radiasi nuklir dalam jangka pendek bisa menyebabkan Sindrom Radiasi Akut (ARS) atau keracunan radiasi.

Keganasan gejala ARS ini tergantung tingkat paparan yang mengenai Anda. Cara mengukur dosis radiasi ini bisa menggunakan satuan unit Grays (Gy). Rata-rata paparan radiasi selama beberapa detik dari pemeriksaan dengan sinar X yakni 0,0014 Gy. Ini termasuk dosis rendah yang disarankan.

Apabila Anda terkena dosis rendah, radiasi kisaran 0,35 Gy, Anda akan terserang flu. Efek samping lain bisa mengalami pusing, mual, muntah, lemas, dan demam.
Jika tubuh terkena dosis yang lebih tinggi, sekitar 1 hingga 4 Gy, sel darah mulai mati. Sistem imunitas tubuh menurun akibat kekurangan sel darah putih, kekurangan trombosit membuat pendarahan tidak terkontrol, dan anemia akibat menurunnya sel darah merah menjadi ancaman selanjutnya. Tapi, kondisi seseorang bisa dipulihkan pada tahap ini. Transfusi darah dan obat antibiotik dapat menjadi solusi.


Jika menerima paparan radiasi lebih dari 2 Gy, Anda akan mengalami luka terbakar yang aneh pada kulit. Kondisi ini disebut sebagai radiodermatitis akut. Dampaknya termasuk bercak merah, kulit mengelupas, dan bisa juga melepuh. Kondisi buruk ini diperkirakan muncul dalam waktu 24 jam.
Dosis 4 hingga 8 Gy bisa berakibat fatal. Tapi, jalan menuju kematian masih bervariasi tergantung tingkat paparan. Pasien pada level ini akan mengalami muntah, diare, pening, dan demam. Tanpa perawatan, seseorang hanya tinggal menunggu maut dalam beberapa minggu setelah terkena paparan.


Kondisi fatal ini pernah terjadi. Ahli fisika, Louis Slotin, meninggal karena ARS ketika melakukan penelitian Proyek Manhattan pada 1946. Slotin terkena paparan radiasi dengan dosis yang diperkirakan 10 Gy dari sinar gamma dan sinar X. Dengan dosis sebesar itu, dia tidak bisa bertahan hidup. Bahkan, pengobatan modern seperti transplantasi sumsum tulang belakang juga tidak bisa mengubah nasibnya.

Pasien yang terkena radiasi antara 8 hingga 30 Gy akan mengalami mual. Dalam waktu satu jam, pasien akan mengalami diare parah. Mereka akan meninggal dalam dua hari hingga dua minggu.

Menyerap dosis lebih besar dari 30 Gy menyebabkan kerusakan sistem saraf. Dalam hitungan menit, pasien akan menderita muntaber parah, pening, pusing, hingga pingsan. Kejang dan tremor sudah menjadi ancaman umum. Pasien juga akan kehilangan kontrol gerak otot. Hanya butuh 48 jam, radiasi nuklir langsung mencabut nyawa korbannya.

Model perkiraan tingkat bahaya paparan radiasi jangka panjang masih kontroversial. Menurut Gizmodo, model yang paling diterima secara luas menunjukkan pengaruh radiasi yang menyerang sebagian besar orang. Radiasi tingkat rendah justru menjadi sumber radiasi paling berbahaya. Kendati ARS memberi gambaran menakutkan, terbunuh perlahan ini yang lebih perlu Anda khawatirkan. (umi)
Selanjutnya>> »»  

Bookmarks

free counters